Seputar Dunia Digital

Apa Itu Aplikasi Callind ?

Aplikasi CALLIND Ialah aplikasi Mesenger karya anak bangsa,Novi Wahyuningsih dari Kota Kebumen bersama rekan-rekannya ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan komunikasi Anda . Novi sebelumnya juga membuat aplikasi serupa yang di beri nama Meo Talk yang dikembangkan oleh perusahaan Aplikasi Meo Talk sdn bhd, saat mengembangkan aplikasi Meo Talk media online besar dan sahabat di facebook banyak memberitakannya hasil karya tersebut. Banyak orang yang bangga dengan hasil jerih payah tersebut dan kali ini Ia menghasilkan karya digital yang di beri nama Callind Messenger.

Kelebihan Callind Messenger

Lalu kelebihan apa saja yang di miliki Callind? Callind memiliki fitur-fitur yang laur biasa. Fitur-fitur Callind dirancang untuk menjawab kehausan berkomunikasi dari penguna sosial media yang menginginkan satu aplikasi lengkap, mudah digunakan, tidak terlalu berat, dan berskala Internasional. Fitur-fitur yang di miliki Callind meliputi:
  1. Anda dapat membuat group chat, voice chat, private chat pribadi, private chat komunitas.
  2. Anda dapat mengunakan panggilan/voice call ke sesama penguna Callind Messengger dengan mengunakan nomor handphone.
  3. Salah satu keunggulan lain dari Callind Anda bisa mengunakan panggilan video call reguler dan premium.
  4. Dengan sesama pengguna Callind dalam radius 100 km atau di suatu kota dapat melihat dan mencari pengguna Callind.
  5. Pengguna Callind juga di suguhi dengan kemudahan untuk mengirim file yang berupa gambar, emoticon, foto, video, stiker, file, dan lokasi.
  6. Bagi pemilik produk, Callind juga meyediakan fitur iklan. Anda dapat menayangkan barang-barang dagangan di Callind dengan fasilitas iklan general atau premium.
Sebagai anak bangsa harusnya kita bangga dengan hasil kerja keras mereka yang telah berhasil mengembangkan aplikasi Chat Messenger. Callind bukan hanya sekedar chat messenger bisa yang di kembangkan dengan tujuan untuk menjawab segala kebutuhan berkomunikasi. Callind sudah tersedia di GooglePlay Store dengan kata kunci Callind Indonesia di pencarian atau Anda bisa mengunduhnya di link berikut DOWNLOAD CALLIND
Note:
  • Aplikasi Callind hanya bisa digunakan dengan koneksi internet
  • Versi saat ini 0.0.1 dengan ukuran file 28 mb
  • Minimal android level 4.1 atau lebih
Ayo kita menghargai hasil karya anak bangsa dan melambungkan namanya sehingga Callind jauh lebih baik dari aplikasi messenger lainnya. Buraan instal di hpmu dan seberkan ke saudara, rekan-rekan atau sahabat-sahabat Anda dan yang pastinnya gunakan selalu produk-produk dalam negri.
Tampilan dari Callind :
Image result for callind apkImage result for callind apkImage result for callind apk

Apa Itu RedaksiTime (RTime)?

Aplikasi RTime ialah aplikasi yang di anjurkan oleh Organisasi Masyarakat Front Pembela Islam (FPI) Yang Akan Menggantikan Facebook,yang dibuat oleh Dody Pradipto YS (Konsultan IT Security dan Pengamat Media Sosial )


Front Pembela Islam (FPI) sudah mulai meminta anggota dan simpatisannya tidak menggunakan layanan media sosial Facebook, Senin (25/12/2017). Anjuran ini disampaikan lantaran akun media sosial FPI diblokir penyedia layanan.

Sekretaris DPD FPI Jakarta Novel Bamukmin menerangkan anjuran buat berpindah platform dari Facebook redaksitimes.com atau RTimes tak hanya disampaikan buat anggota atau simpatisan FPI, melainkan kepada seluruh jaringan alumni aksi 212.

“[Anjuran] Ini bukan FPI saja. Tapi alumni 212. Alumni yang hadir saja 212 tahun kemarin, ada 8 juta, mereka akan berangsur-angsur akan tinggalkan facebook,” kata Novel kepada Tirto.

Novel menaksir, jumlah alumni dan simpatisan 212 yang akan beralih dari Facebook mencapai 50 juta orang lantaran jaringan alumni 212 tersebar di sejumlah daerah di Indonesia. Jaringan ini pula, kata Novel, yang membikin Anies-Sandi dan Wahidin-Andika menang di Pilkada Jakarta dan Pilkada Banteng.

“Alumni perwakilan semua dari beberapa daerah di Indonesia. Suara kami, Jakarta dan Banten menang pilkada itu spirit 212,” ucap Novel.Sejauh ini, Novel belum mengetahui berapa jumlah pasti dari anggota atau simpatisan FPI dan alumni 212 yang sudah berpindah platform. Ia mengaku, belum mengecek jumlah mereka. dan

“Kami enggak ada ada target waktu, tapi terus kami sosialisasikan minimal alumni 212.  Semua grup 212 berserta jamaahnya sudah tinggalkan Facebook,” kata Novel Bamukmin.

Promosi tiga aplikasi ini mulai disebar sejak Senin, 25 Desember 2017. Promosi ini merupakan langkah FPI untuk menepati janji menggelar boikot terhadap Facebook. Seruan memboikot Facebook diserukan Novel pada Kamis (21/12) lalu. Pemboikotan ini dilakukan selama 24 jam pada hari Natal. Boikot ini sebagai sebagai bentuk kekecewaan FPI lantaran aku media sosial mereka diblokir Facebook dan Twitter.

Novel menjelaskan, seruan ini bukan bersifat pemaksaan. Ia mengaku hanya mengimbau karena menurutnya Facebook tidak berpihak kepada perjuangan umat Islam dengan banyaknya akun anggota FPI dan pentolan 212 yang diblokir.

"Sejak diblokir sudah tidak buat Facebook lagi. Capek. Buat [akun kemudian] diblokir lagi," kata Novel.

FPI Klaim 50 Juta Alumni & Simpatisan 212 akan Hijrah dari Facebook

Jika merujuk pernyataan Novel, 50 juta pengguna yang akan hijrah dari Facebook itu setara dengan  37,04 persen dari 133.574.277 suara sah saat Pemilu Presiden 2014. Jumlah tersebut itu berselisih sekitar 8 persen dengan jumlah suara yang diperoleh Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. Pada Pilpres 2014, pasangan tersebut memeroleh 62.576.444 suara atau 45,85 persen dari suara sah tersebut.

Klaim Novel juga mencakup 27,38 persen jumlah penduduk Indonesia yang sudah memiliki KTP pada 2015, sebesar 182.588.494 jiwa. Melihat jumlah tersebut, klaim Novel menjadi perlu diperhatikan. Mengingat, angka pengguna Facebook di Indonesia diprediksi berkurang.(aya/tirto)

Inilah Tampilan Dari RTimes :

b80d3f848a66923a882726461c5e9bc7b8437e65
a14bb3873b70a330d7f157206369e12748d0c139519cd34ec0fbc5dddf1550339418f08af9ff16d2

Untuk Mendapatkan Aplikasi Ini Bisa Anda dapatkan DISINI




k
desktop. Selain Rtimes ada geevv.com dan callind.com yang juga dipromosikan buat menggantikan Google dan WhatsApp.

Kenapa Harus Menggunakan Aplikasi/Search Engine Geev?

Masa Ke Masa Teknologi Semakin Maju,Orang orang barat semakin berjaya saja,,oleh karena itu kita tak boleh kalah oleh mereka setidaknya kita harus berjuang untuk tidak tertinggal oleh mereka,salah satunya adalah menggunakan Teknologi Negeri sendiri contohnya ialah Geev.

Image result for APLIKASI GEEVBeribu-ribu kilometer dari Mountain View, seorang perempuan muda yang masih duduk di bangku kuliah Universitas Indonesia bernama Azka Slimi bermimpi dapat memberdayakan kaum marjinal yang kerap ia temui. Mimpi itu membawa Azka yang baru berumur 21 tahun itu terlibat dalam sejumlah kegiatan yang berfokus kepada isu sosial dan lingkungan. 

Setelah beberapa kali mengikuti seminar mengenai startup, ia melihat potensi yang sangat besar dari teknologi bernama mesin pencari. 

Azka menganggap potensi dari mesin pencari yang dapat dikembangkan masih sedemikian luas dan ia ingin potensi tersebut dapat menyalurkan minatnya terhadap isu sosial.


"Kegiatan browsing sudah jadi keseharian. Bahkan bisa dibilang sudah jadi bagian dari gaya hidup. Terlebih di Indonesia sendiri," cerita Azka, saat berbincang dengan CNNIndonesia.com.

Akhirnya Azka memilih mesin pencari sebagai medium berdonasi yang ia sebut dengan social search engine. Konsep tersebut ia ambil untuk menjembatani kegiatan donasi di sela-sela kehidupan masyarakat sekaligus menjadi jawaban dari keinginannya melibatkan aksi sosial di ujung jari pengguna internet.

Menggandeng seorang rekan, akhirnya lahir sebuah gagasan untuk menciptakan mesin pencari bernama Geevv pada Agustus 2016. Hanya berselang sekitar sebulan tepatnya pada 26 September, Geev beroperasi pertama kalinya.

Apa itu Geevv?

Azka menjelaskan bahwa Geevv bukanlah sekadar mesin pencari seperti Google. Secara teknis, ia akui cara kerjanya tak jauh berbeda seperti yang orang sering lihat dari Google. Namun secara prinsip, Azka menekankan bahwa startup yang ia buat adalah social search engine. 

Maksud dari istilah sosial yang ia imbuhkan merupakan cerminan tujuan utama yang ingin dicapai dari sebuah mesin pencari. Dengan kata lain, mayoritas keuntungan yang dihasilkan dari Geevv akan disalurkan ke sejumlah program sosial seputar kesehatan, pendidikan, dan kemiskinan.

Tiap satu pencarian yang berhasil dilakukan melalui situs Geevv.com, pengguna menghasilkan Rp10 di saldo donasi mereka. Angka itu akan terus berlipat seiring jumlah pencarian yang dibuat. Sederhananya, makin sering digunakan, berlipat pula donasi yang dihasilkan.

Uang donasi yang yang dihasilkan pengguna dapat terlihat langsung di pojok kanan atas situs pencarian. Azka menjelaskan bahwa jumlah uang donasi itu berasal dari pendapatan iklan yang masuk. Setelah mengambil 20 persen untuk profit perusahaan, sisa pendapatan sebesar 80 persen ditujukan untuk donasi.

"Cara penghitungannya adalah jumlah rata-rata iklan yang muncul dibagi banyaknya hasil pencarian," terang Azka. Dari situs web Geevv, total donasi yang tersalurkan per 29 Oktober ini sudah berjumlah Rp230.900. 

Tetap mengincar keuntungan?

Meski porsi keuntungan yang dialokasikan untuk donasi sangat besar, Azka mengakui Geevv sebagai entitas bisnis juga mengincar profit. Ia tak menampik bahwa tujuan lain dari mendirikan Geevv adalah untuk mencari untung.

"Jumlah donasi yang tersalurkan itu sudah dikurangi dari biaya operasional dan lainnya. Jadi kita sebenarnya profit kok," tegas perempuan yang sedang masih berjuang menyelesaikan studinya ini.

Selain mengupayakan trafik terus bertambah, Azka juga menambahkan saat ini ia dan timnya akan mengembangkan produk-produk turunan untuk monetisasi. Dengan cara demikian, Geevv akan mendapatkan penghasilan tambahan tanpa mengutak-atik sistem donasi yang sudah berjalan. 

Dalam hal pendanaan, Geevv mendapat sokongan dari perusahaan family office investment asal Indonesia bernama RnB Fund. Namun Azka belum mau menyebutkan angka investasi yang mereka peroleh dari masa pendirian hingga sekarang.

Harapan Geevv

Dua persen dari market share mesin pencarian di Indonesia adalah target bsinis yang dipatok oleh Geevv selama dua tahun ke depan. Angka itu bukan target yang kecil mengingat mereka akan berhadapan langsung dengan sang raksasa Google. Azka berharap dalam dua tahun, bisa berkembang lebih dari angka itu.

"Setidaknya dua persen dari market share yang ada sekarang, itu sudah besar lho kalau kita lihat dari potensi yang ada. Sedangkan dalam waktu lima tahun ke depan target kita 5 persen," tutur Azka.

Azka mengakui Geevv tak akan mudah mencapai target itu. Apalagi mengingat sejarah mesin pencari lokal beberapa tahun belakangan tumbang satu per satu digilas oleh kecanggihan algoritma Google.

Itu sebabnya menurut Azka peran pemerintah akan krusial terhadap pertumbuhan Geevv. Ia bercermin pengalaman mesin pencari di Cina, Jepang, Jerman, dan Rusia, yang dilindungi dan dipercaya pemerintah lewat kebijakan yang ada di sana untuk melayani aktivitas pencarian online di negara mereka. 

Sejumlah situs pencari Indonesia seperti findtoyou.com, nowgoogle.com, adalah korban dari keganasan kompetisi mesin pencari. Melihat para pendahulunya, Geevv percaya diri dapat bertahan dengan diferensiasi konsep yang mereka tawarkan. Walau demikian, Azka tak ingin muluk bermimpi menyaingi Google setidaknya dengan sumber daya yang masih sangat terbatas.

Di Indonesia sendiri jumlah pengguna produk Google terbilang cukup fantastis. Bedasarkan survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) per Oktober 2016, ada 81,8 juta pengguna internet Indonesia memakai Google Chrome sebagai browser utama.

Angka itu jauh melebihi setengah dari 132,7 juta pengguna internet nusantara. Produk lain Google seperti Gmail juga mengantogi perolehan pengguna yang sama besar di Indonesia seperti Chrome, jauh meninggalkan pesaingnya seperti Yahoo yang hanya digunakan oleh 43,6 juta orang.

Sumber : www.cnnindonesia.com

Untuk Mendownload Aplikasi/Search Engine GEEV anda dapat dapatkan DISINI

Popular Posts